Dalam konteks intervensi kebijakan organisasi, peran Character Building dan Capacity Building menjadi sangat penting dalam tiga fase utama: Perencanaan, Monitoring, dan Pengendalian.

Perencanaan: Dalam tahap perencanaan, karakter individu yang telah dibangun melalui Character Building akan mempengaruhi cara mereka berpartisipasi dalam perumusan kebijakan. Individu dengan karakter yang kuat, seperti integritas dan tanggung jawab, akan lebih mampu memberikan kontribusi yang konstruktif dalam menyusun perencanaan yang realistis dan berbasis etika.

Di sisi lain, kapasitas individu yang telah diperkuat melalui Capacity Building akan meningkatkan kemampuan analisis, berpikir strategis, dan kemampuan berkolaborasi yang esensial dalam merancang kebijakan organisasi.

Monitoring: Dalam tahap ini, Character Building membantu memastikan bahwa individu bertindak sesuai dengan nilai-nilai etika dan integritas selama proses pelaksanaan program atau kegiatan organisasi. Karakter yang kuat akan mendorong individu untuk melaporkan setiap penyimpangan atau ketidaksesuaian dengan jujur. Sedangkan, Capacity Building memungkinkan individu memiliki keterampilan teknis dan analitis yang diperlukan untuk melakukan pemantauan yang akurat dan efektif.

Baca Juga  Keterbatasan Tak Buat Pengurus KONI Babar Luntur Sehatkan Kembali Organisasi

Pengendalian: Pada fase pengendalian, individu dengan karakter yang kuat akan lebih siap menghadapi tantangan atau konflik yang muncul. Mereka akan cenderung menggunakan pendekatan yang transparan dan berfokus pada solusi. Dari perspektif Capacity Building, individu yang telah dilatih secara psikologis dan teknis akan mampu mengimplementasikan tindakan korektif yang tepat, serta mampu memimpin tim dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada analisis yang kuat dan komprehensif.

Pendapat Ahli

Martin Seligman, seorang psikolog terkemuka dalam bidang psikologi positif, menyatakan bahwa pembentukan karakter melalui pendekatan positif tidak hanya meningkatkan kinerja individu, tetapi juga membentuk budaya organisasi yang sehat dan produktif. Menurutnya, individu dengan karakter yang kuat cenderung lebih resilien dan mampu menghadapi tantangan dengan cara yang konstruktif.

Baca Juga  Pelajar Perempuan Menulis dari Rumah Pengetahuan di Tanah Junjung Behaoh

Peter Senge, ahli dalam pengembangan organisasi, menekankan pentingnya Capacity Building sebagai kunci untuk menciptakan organisasi pembelajar. Senge berpendapat bahwa pengembangan kapasitas individu harus berkelanjutan dan terintegrasi dalam kebijakan organisasi agar dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Dalam perspektif Psikodinamika Positiv, Character Building dan Capacity Building merupakan dua aspek fundamental yang tidak dapat dipisahkan dalam proses intervensi kebijakan organisasi, terutama dalam perencanaan, monitoring, dan pengendalian.

Dengan mengadopsi pendekatan positif, organisasi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter dan kapasitas individu, yang pada akhirnya akan memperkuat kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan cara yang etis dan efektif.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis dan profesional, tetapi juga membentuk karakter individu yang lebih kuat dan berintegritas. Pada akhirnya, keberhasilan intervensi kebijakan sangat bergantung pada bagaimana individu dalam organisasi dipersiapkan, baik dari segi karakter maupun kapasitas mereka untuk menghadapi tantangan yang muncul.

Baca Juga  Mengawal RUU KUHAP sebagai Instrumen Acara Pidana yang Terpadu dan Berkeadilan

Hendrawan, S.T., M.M., Alumni Program Studi Magister Manajemen Bidang Manajamen Publik Universitas Pertiba-Pangkalpinang