Herman juga menyampaikan tujuan disusunnya Rencana Aksi Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di antaranya:

1) meminimalkan dampak lingkungan dengan mengurangi deforestasi, kerusakan habitat, dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari praktik perkebunan kelapa sawit;

2) meningkatkan Kesejahteraan sosial untuk menjamin kondisi hidup dan kesejahteraan petani kecil serta masyarakat sekitar melalui pengembangan ekonomi yang inklusif;

3) memastikan keterlibatan pemangku kepentingan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk petani, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sipil, dalam perencanaan dan implementasi;

4) mendukung praktik pertanian yang bertanggung jawab: Mendorong penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk dan pestisida yang ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya air yang baik;

Baca Juga  Tak Kapok, Residivis Narkoba Kembali Ditangkap di Sukadamai

5) meningkatkan daya saing produk dengan meningkatkan daya saing produk kelapa sawit di pasar regional maupun internasional dengan memenuhi standar keberlanjutan yang diakui secara global;

6) mendorong transparansi dan akuntabilitas dengan menciptakan sistem yang transparan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, serta memastikan akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat serta menjamin pelestarian keanekaragaman hayati dengan melindungi dan memulihkan keanekaragaman hayati di daerah yang terkena dampak oleh industri kelapa sawit.

Dengan adanya rencana aksi ini, diharapkan pengembangan industri kelapa sawit dapat dilakukan secara berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang seimbang “Demikian ditegaskan Herman”.

Forum Konsultasi Publik Rencana Aksi Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan ini dihadiri oleh seluruh stakeholder pembangunan baik dari unsur pemerintah seperti perangkat daerah terkait, Camat dan Kepala Desa, pengusaha/asosiasi, akademisi dan masyarakat dengan narasumber dari Bappelitbangda Kabupaten Bangka Selatan, Dinas Pertanian dan Pangan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pihak Universitas Bangka Belitung.

Baca Juga  Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Desa Pangkal Buluh Bakal Meriah, Ada Lomba Layangan dan Voli Terpal

Banyak masukan konstruktif dari peserta yang tentunya berguna untuk memperbaiki atau memantapkan rumusan Rencana Aksi ini agar lebih berkualitas.

Diharapkan dengan dilaksanakannya FGD ini dapat memenuhi partisipasi keterlibatan dan komitmen mulai dalam proses perencanaan sehingga seluruh stakeholder terkait merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab terhadap implementasi rencana.

Ini dapat meningkatkan komitmen dan dukungan terhadap inisiatif yang diambil sehingga peningkatan kualitas keputusan dan transfaransi serta akuntabilitas dapat diwujudkan.