Kasus Siswa SD Terjepit Pintu di Bateng sudah Dimediasi, Ada Biaya Pengganti Berobat
“Diminta orangtua korban pindah ke SD negeri yang ada di Koba dan kita bantu, agar korban tidak lagi merasa menjadi tertekan, karena mungkin ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan anak itu supaya kembali aktif bermain di sekolah yang baru bersama dengan teman-temannya,” ujar Pangihutan Sihombing.
Menurut Pangihutan Sihombing, kasus ini bukan bullying, karena peristiwa terjadi saat anak-anak bermain.
“Jadi, saat itu si anak menaruh jarinya di pintu, ternyata anak lainnya mendorong pintu, terkait disengaja ataupun tidak terdorong, tidak kami ketahui pasti, karena anak-anak sedang bermain, tapi akibatnya ujung jari keliling anak tersebut ada yang putus dan dikatakan dokter maupun orang tua korban cacat permanen,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaku dan korban sama-sama berjenis kelamin laki-laki dan duduk dibangku kelas 2 SD.
Pihaknya juga sudah menegaskan pada saat mediasi, agar pihak sekolah melakukan pengawasan terhadap anak secara maksimal, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
“Meskipun dalam kondisi istirahat, jangan sampai lengah, saya minta maksimalkan pengawasan di jam istirahat,” pungkasnya.
