“Untuk jumlah belum pasti, yang jelas kebanyakan sepeda motor. Untuk mobil diperkirakan lima unit, itupun keadaan yang sudah rusak. Nanti sistemnya online, yang melakukan adalah KPKNL. Segera diinformasikan ke masyarakat ketika semuanya sudah siap,” katanya.

Pada tahun sebelumnya, BPKAD Babar berhasil meraup dana sebesar Rp 600 juta dari proses lelang. Hal ini didapat dari scrap, yakni lelang peralatan atau mesin yang sudah rusak yang dijual dengan sistem gelondongan. Bisa dikatakan, dijual secara terpisah.

Baca Juga  Usai Embat Uang dan Perhiasan Bibi, Pria di Mentok Suruh Mantan Istri Jual Emas