Sementara Danau Kaolin dan Hutan Pelawan Namang dikelola oleh BUMDes yang melakukan penarikan retribusi dan masuk ke desa.

Zainal mengatakan untuk wisata di Bukit Pintier belum bisa dibantu oleh pemerintah kabupaten namun pengelola sudah mencari beberapa CSR.

“Kami berusaha semaksimal mungkin, mencari anggaran dari pusat, kalau mengandalkan APBD kita belum ada. Seperti Pantai Sumur Tujuh 80 persen dana pusat,” tuturnya.

Dikatakan Zainal, upaya Disbudparpora Bangka Tengah memperhatikan potensi wisata unggulan dengan cara mencari anggaran dalam rangka membangun pengembangan.

Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pokdarwis atau pengelola wisata yang sudah menjaga potensi-potensi wisata unggulan di Bangka Tengah.

“Seperti di Danau Pading, kalau tidak ada yang mengelola Danau Pading itu, maka sudah di-TI (tambang) orang. Dulu hampir masuk tapi karena dijaga sehingga pindah,” pungkasnya.

Baca Juga  Distribusi Logistik Pemilu 2024 di Bateng H-1, Pulau Nangka Jadi Prioritas