Pada acara Moda Tradisional, ISBA Malang mengikuti fashion show busana adat pengantin Bangka Belitung, kegiatan ini diikuti oleh berbagai daerah di Indonesia. Parade ini diadakan di Tugu Jam Universitas Brawijaya, sebuah lokasi ikonik yang menjadi saksi perayaan keberagaman budaya di kampus ini.

Nadine Aulia tampil anggun mengenakan pakaian pengantin adat wanita, sementara Hafizh Ghufron tampak gagah dengan pakaian pengantin pria. Keduanya berjalan percaya diri mengenakan busana adat Bangka Belitung yang dipadukan dengan elemen modern tanpa kehilangan keaslian dan identitas budaya. Parade ini digelar pada 5 Oktober 2024 dan berhasil memukau penonton yang hadir.

ISBA Malang juga ikut pada lomba Ekspresi Tubuh Nasional, kegiatan Ekspresi Tubun Nasional ini dihadiri oleh staf promosi seni dan budaya Badan Penghubung Provinsi Bangka Belitung yang ditugaskan untuk mendampingi mahasiswa Bangka Belitung dalam keikutsertaan pada kegiatan ini.

Baca Juga  Mantan Gubernur Erzaldi Diperiksa Bareskrim Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen RUPSLB Bank Sumsel Babel

ISBA Malang tampil pada urutan pertama dengan menampilkan Tarian Nganggung, tarian khas Bangka Belitung yang biasa dibawakan untuk menyambut tamu agung. Tarian ini terinspirasi dari tradisi Nganggung, yang mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat Bangka Belitung. Tentunya makna ini tertuang di setiap gerakan lima penari ISBA Malang di Auditorium Universitas Brawijaya pada 12 Oktober 2024.

Meskipun peserta lain juga menampilkan yang terbaik bagi daerahnya, semangat ISBA Malang tidak padam dan tetap merasa puas karena telah berani membawa salah satu kekayaan seni dari daerah mereka. Nadine Aulia, penanggung jawab Kampung Budaya dari ISBA Malang bangga dengan keterlibatan mereka.

“Kolaborasi ini sangat berharga dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya kita. Terima kasih kepada Badan Penghubung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta seluruh anggota ISBA Malang atas dukungan dan partisipasinya. Semoga kerja sama ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Nadine.

Baca Juga  KPU Babel Tetapkan Nomor Urut Paslon, Erzaldi-Yuri 1 dan Hidayat-Hellyana 2

Ia juga menambahkan bahwa Kampung Budaya memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Selain belajar tentang budaya daerah lain, mereka semakin menghargai keberagaman budaya di Indonesia. Nadine berharap acara ini terus diselenggarakan agar generasi muda dapat belajar pentingnya melestarikan budaya dan merasa bangga dengan identitas daerahnya.

Partisipasi ISBA Malang di Kampung Budaya 2024 membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam melestarikan tradisi dan budaya daerah. Mereka menunjukkan bahwa budaya adalah aset berharga yang perlu dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Tidak hanya itu, Kampung Budaya memberikan wadah ideal bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam melestarikan kekayaan tradisi Nusantara. Dengan acara ini, generasi muda semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya lokal dan semakin bangga dengan identitas budaya Indonesia.

Baca Juga  Ada 5 Bentuk Kerawanan Pemilu pada Pilkada 2024, Begini Antisipasi Bawaslu Babel