Merasa terancam, DI menegaskan tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut. Namun, situasi semakin memanas dan TO mulai menyerang DI di bagian dada dan perut.

Dalam upaya membela diri, DI sempat melawan dengan memukul wajah terduga pelaku, tapi ia terjatuh dan TO langsung menduduki tubuhnya sambil melanjutkan serangan.

Puncak ketegangan terjadi saat TO berteriak menyebut DI sebagai begal. Teriakan ini menarik perhatian warga sekitar yang melintas, dan hampir membuat DI menjadi amukan massa. Saat DI berusaha menjelaskan bahwa ia bukan begal, terduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Saya sempat diteriaki begal, setelah itu dia lari,” kata DI.

Setelah insiden tersebut, DI segera melaporkan kasus ini ke Polres Bangka Selatan (Basel) dan menjalani pemeriksaan medis untuk visum et repertum. 

“Saya sudah melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Basel dan menunggu hasil dari visum,” ungkap DI.

Baca Juga  Pedagang Hewan Kurban di Bangka Selatan Ngeluh: Jual Modal Saja Tidak Laku