Anton menuturkan bahwa pembuatan area ini dilakukan dengan memperhatikan safety procedur.

“Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda, dimana anak-anak dapat mengasah keterampilan fisik dan mental yang mendorong siswa untuk keluar dari zona nyaman mereka untuk belajar mengatasi rasa takut, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat karakter mereka di alam terbuka,” terang Anton.

Pihaknya, juga berharap tidak hanya Sekolah Alam Bangka Belitung yang dapat menikmati sarana outbond ini, tapi juga sekolah-sekolah lain yang masih belum mempunyai sarana outbond.

“Kami berharap, sekolah lainnya juga bisa bersama-sama memanfaatkannya, tentunya dapat diatur dalam bentuk kerjasama antar sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Alam Bangka Belitung, Nina Fadilla juga berencana ingin membuka taman edukasi ini kepada masyarakat umum, agar semakin banyak anak-anak yang dapat menikmati aktivitas outdoor, sehingga tidak terpaku sebatas gawai di tengah derasnya laju teknologi.

Baca Juga  Komitmen Implementasikan GCG, PT Timah Gelar Vendor Gathering 2024: Bahas Mitigasi Risiko Hukum Pengadaan Barang dan Jasa 

“Untuk membentuk pemuda serta calon pemimpin masa depan bangsa yang tangguh dan kuat, salah satu caranya adalah dengan mengupayakan agar anak-anak didik senantiasa melakukan gerak fisik, aktivitas outdoor, dan bersahabat dengan alam,” ujar Nina, Jumat (18/10/2024).

“Dengan adanya program TJSL ini tentu dapat membantu kami, sekolah, untuk mengupayakan hal tersebut terlaksana,” imbuhnya.