Sementara, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Susari menjelaskan, pembangunan STIAKNI ini hendaknya menjadi kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sekolah Tinggi Agama Konghucu Indonesia Negeri ini adalah  yang pertama di Indonesia. Nanti dibutuhkan guru, penyuluh SDM agama Konghucu, tentu sesuai dengan kualifikasi standar pendidikan yang diperlukan,” tambah Susari.

Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Sugito melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Hartono mengapresiasi pembangunan STIAKIN Bangka Belitung.

Hartono menyebut pembangunan STIAKIN di merupakan perwujudan nilai toleransi antarumat beragama di Bangka Belitung.

Baca Juga  Arinda Wakili Bangka Belitung di Ajang Petani Keren FAO 2025