Setibanya di lokasi, Wahid memanggil Suparman sebanyak dua kali, namun tidak mendapat jawaban. Wahid sempat mencium bau menyengat di sekitar pondok, tetapi tidak menduga bahwa bau tersebut berasal dari mayat.

“Keesokan harinya, Sabtu (19/10/2024) pukul 07.00 wib, Wahid bersama seorang warga lain, Yana, kembali ke lokasi dan menemukan bahwa bau menyengat itu berasal dari mayat yang diduga kuat adalah Suparman,” kata AKP Ryo.

Kasat Reskrim mengungkapkan menurut hasil visum yang dilakukan oleh dr Renggi R. Dewi dari Puskesmas setempat, kondisi mayat Suparman sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

Rambut korban sudah mulai terlepas dari kulit kepala, mata sebelah kanan lepas, dan bagian leher serta tubuh dipenuhi larva. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda trauma kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga  Bocah 7 Tahun yang Hilang di Dermaga Manggar Ditemukan Mengapung

“Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mendatangi Puskesmas untuk meminta suntikan obat, namun ditolak karena tekanan darah korban yang tinggi,” tutup AKP Ryo.

Sumber: beltim.babel.polri.go.id