Kenyataannya, pada tanggal 12-13 Februari 1942, ratusan perempuan dan anak-anak, bayi, laki-laki sipil dan petugas saling menekan. Mendorong, memaksa dan mengancam agar bisa naik ke kapal terakhir yang akan meninggalkan kota sebelum kengerian Pasukan Jepang tiba dari garis depan mereka.

Saat itu Pasukan Jepang berada di Bukit Timah dan Pasir Panjang. Sebenarnya jumlah yang diberikan untuk penumpang ‘SS Vyner Brooke’ antara 227 dan 330 orang, termasuk kru.

Tepat setelah pukul 17:00 pada tanggal 12 Februari 1942, para penumpang naik ke kapal kecil warna abu-abu tua itu. Kapal itu akhirnya berlayar dalam kegelapan. Hari itu menjadi pemandangan yang tidak pernah terlupakan.

Baca Juga  Mengubah Wajah Kota, Menjemput Asa: Menatap Optimisme Pembangunan Klaster Eropa di Mentok

Api besar membakar seluruh bagian depan Singapura dan kepulan asap hitam tebal menyelimuti pulau itu. Dalam kegelapan yang semakin kelam, kapten kapal tanpa sadar mengarahkan kapal ke ladang ranjau dan terpaksa berhenti pada malam itu.

Sebagian besar orang menganggap kapal itu akan menuju Batavia dan yang lain mendengar bahwa mereka akan langsung ke Australia. Jumat tanggal 13 Februari berkabut dan panas. Laut tenang dan kapten tahu bahwa bodoh kalau dia mencoba melakukan pelarian dalam kondisi itu.

Jadi dia berencana untuk menyembunyikan kapalnya di pelabuhan pulau kecil dan malam itu menyelinap menuju kebebasan. Keesokan harinya sekitar jam 11.00 pagi, beberapa pesawat menuju ke arah kapal. Air laut masih tenang, masih tenteram ketika bom pertama mulai jatuh.

Baca Juga  Janji untuk Ayah

Meskipun bom-bom itu meleset dari sasaran, pilot pesawat berhasil menembak sekoci dengan senapan mesin dan meninggalkan lubang-lubang. Ketika pesawat-pesawat pengebom itu menukik, Borton melakukan serangkaian zig-zag yang tidak menentu terhadap kapal kecil itu.

Batangan bom pertama jatuh melebar, ledakan-ledakan itu menggetarkan jendela-jendela ruang kemudi. Namun hanya melemparkan pancuran air yang tidak berbahaya. Tetapi ketika pesawat berbalik kembali, mereka menemukan sasaran mereka.

Sekitar 27 bom dijatuhkan dan 1 bom jatuh tepat di bawah corong Vyner Brooke yang meledakkan dan menghancurkan kamar mesin. Bom lain menghancurkan anjungan, dan bom ketiga menghancurkan dek depan.

Kapal yang lumpuh itu perlahan-lahan terhenti, asap hitam ke luar dari badan kapal dan api menjilati kamar-kamar kapal. Para kru turun ke ruangan mesin yang terbakar parah. Kapten memberi perintah untuk meninggalkan kapal. Bersambung

Baca Juga  5 Contoh Puisi Perpisahan Sekolah yang Menyentuh Hati