Geger, Seorang Penambang Hilang usai Diseret Buaya di Sungai Gedong Belinyu
Dalam upaya mempermudah proses pencarian terhadap korban, Kansar Pangkalpinang mengerahkan 1 unit drone mavic 3T dan perangkat proteksi dari serangan buaya milik Kansar Pangkalpinang.
I Made Oka Astawa, Kakansar Pangkalpinang menjelaskan, “Kejadian seperti ini tentunya tidak hanya sekali konflik antarmanusia dengan predator air tersebut. Kami, Kansar Pangkalpinang bersama Tim SAR babungan akan berupaya mencari dan menemukan korban yang diserang buaya secepatnya.”
“Tentunya dukungan dari segala pihak tetap dibutuhkan agar mempermudah proses pencarian terhadap korban. Semoga upaya pencarian Bersama ini dapat membuahkan hasil secepatnya,” tutup Oka.
Sebelumnya, konflik buaya dan manusia terjadi di Belitu Timur.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian yang menimpa seorang penambang timah asal Desa Bantan Belitung yang diserang buaya di pinggir Sungai Berang Dusun Air Malik.
Korban yang Bernama Heri (25) sebelumnya pada Selasa 15 Oktober 2024 pukul 17.30 Wib setelah selesai bekerja menambang timah di Sungai Berang Dusun Air Malik kemudian korban hendak menuju pinggir sungai untuk mencuci kaki, tiba-tiba diterkam oleh buaya.
Korban langsung ditarik ke tengah sungai. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh mertua korban yang saat itu tidak jauh berada dari korban.
Melihat kejadian tersebut, mertua korban meminta bantuan kepada warga sekitar dan mencoba melakukan pencarian pada sepanjang aliran sungai.
Namun hingga pukul 21.32 WIB, pencarian terhadap korban tidak membuahkan hasil. Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
