“KPU ini kami ajak berdiskusi bersifat resmi juga mereka tidak datang, jadi bagaimana mereka menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pilkada dalam melakukan sosialisasi dan fungsi-fungsi lainnya karena saat kita ajak untuk berdiskusi tidak ada satupun komisioner yang datang. Jadi jami akan membawa masalah ini ke DKPP, massa kami ini satu, satu tekad untuk memenangkan kotak kosong,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Sobarian saat menerima massa yang melakukan aksi demonstrasi mengatakan bahwa komisioner tersebut tidak lagi di tempat karena sedang mengikuti traine of trainer (TOT) hingga 26 Oktober nanti.

“Kita akan memanggil komisioner itu dan menyuratinya juga membahas permasalahan ini agar beliau bisa mengklarifikasinya,” ujarnya.

Baca Juga  HMI Komisariat se-Babel Sukses Gelar Maperca Akbar

Sobarian juga sangat menyesali sikap yang tidak menyenangkan ini karena dalam rapat pihaknya selalu menekankan bahwa semua komisioner KPU harus bersikap netral sebagai penyelenggara pemilukada.

“Itu sikap yang ia lontarkan secara pribadi karena saya selalu menekankan bahwa sebagai penyelenggara Pemilu, kita komisioner harus netral dan tidak berpihak kepada siapapun,” tutup Sobarian.*