Apa yang kuminta selalu tersedia, mereka melayaniku bak putri. Dari sudut netra kulihat, ada laki-laki tampan mengamati semua gerak gerikku. Sepertinya dia akan mendekat. Tuh, kan, dia mendekat, wajahnya seperti kukenal. Kesadaranku pun pulih, dia … Emir, drakula modern itu. Entah kenapa dia mengikutiku. Aku ada di mana ini? Alam drakulakah? Alam manusia tak begini. Emir semakin dekat denganku, tiba-tiba dia telah menyejajariku. Kami sama-sama mematung.

“Kamu jangan betah di sini, Ju, aku gak punya sahabat nanti. Ayok ikut aku kembali.” Begitulah Emir membujukku, rasanya malas ikut lagi dengannya. Entah kenapa, dia yang mengajak, dia pula yang menyuruhku kembali. Kacau, punya teman gaje. Begitulah perang batinku, tetapi aku mendengar azan berkumandang, ya Allah, aku belum salat! Aku tersentak dengan cahaya silau dari berbagai arah, begitu membuka mata, aku ada di ruangan bercat putih, dikelilingi wajah-wajah khawatir. Mereka mengucapkan Alhamdulillah. Di mana lagi aku sekarang?

Baca Juga  Serial Keluarga Ummi: Investasi Bodong