“Ali Syaria’ti dikenal sebagai sosok yang sangat kritis dalam melihat berbagai persoalan sosial dan keagamaan. ia juga sampaikan bahwa kegiatan ini pada dasarnya adalah bagaimana Bidang PPPA berjalan pada semestinya yaitu pengembangan anggota (Komisariat) dan juga untuk mempersiapkan kader-kader Komisariat yang ingin mengikuti jenjang training lk-II agar lebih siap dengan sering diadakan kegiatan-kegiatan semacam ini.”

Sebagai pembahas/pembedah buku ideologi kaum intelektual karya Ali Syari’ati dalam kegiatan ini, Ketua Umum BPL (Akhmad Hasyim Fikri), memberikan pandangan mendalam mengenai pemikiran Ali Syaria’ti terkait sejarah dunia.

Menurut Ali Syariati bahwa sejarah dunia itu tidak luput dari penindas dan ditindas dan sebagai mahasiswa tinggal memilih tiga golongan; menolong, menindas dan ditindas. Menurut pandangan singkatnya, sejarah para nabi adalah golongan penolong.

Baca Juga  Oknum Guru di Sungailiat Ditangkap Rudapaksa Anak di Bawah Umur

Kemudian, dalam closing statement ia juga mengatakan, “Untuk menjadi Rausyan Fikr/ Intelektual itu tidak cukup hanya pada ide di dalam ruang kelas yang ber AC saja. Akan tetapi Rausyan Fikr/ Intelektual yang sejati harus turun dari menara gading kemudian senantiasa konsisten menganalisis problematika masyarakat dan ummat, kemudian memberikan solusi alternatif yang kreatif menuju kesejahteraan dan keadilan.”

“Dan itu sesuai dan selaras dengan tujuan HMI, terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT,” tegas Ali.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif. Para kader HMI terlihat antusias dalam menggali lebih dalam pemikiran Ali Syaria’ti, khususnya mengenai bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam konteks mahasiswa dan pergerakan pemuda di kampus.

Baca Juga  HMI UBB Soroti Pengelolaan Sampah di Pangkalpinang Kurang Maksimal

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya HMI dalam meningkatkan kapasitas intelektual dan kritis para anggotanya, sejalan dengan tujuan HMI yang termaktub dalam pasal 4 anggaran dasar HMI “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridha’i Allah Subhanahu wata’ala.”