Kemudian, sebelum pekasanaan UKBI, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap seluruh siswa dengan mendatangkan narasumber dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Jadi persiapannya dimulai dari kegiatan sosialisasi, dilanjutkan permohonan kepada Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung untuk bisa ikut dalam UKBI Adaptif Merdeka melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan kami diizinkan untuk ikut,” jelasnya.

Menurut Jumani, dalam lomba UKBI ini pihaknya melibatkan seluruh siswa SMAN 1 Namang.

“Kurang lebih 608 siswa sudah mengikuti kegiatan UKBI tersebut. Ini sudah berkelanjutan, jadi setiap tahun dari kelas 10 sampai kelas 12 diikutseratakan,” tuturnya.

Disampaikan Jumani, kegiatan UKBI ini bukan kali pertama SMAN 1 Namang ikut berpartisipasi, namun tahun-tahun sebelumnya pihaknya belum bisa masuk ke tingkat nasional.

Baca Juga  Mulai Bulan Depan, Algafry Janji Insentif PSM dan TKSK di Bateng Naik Rp250 Ribu

“Namun, kami terus membenahi dan memperbaiki kekurangan tahun sebelumnya, mulai dari persiapan untuk dokumentasi foto dan video, kemudian artikel yang diminta oleh Kantor Bahasa dan instrumen lainnya,” tuturnya.

“Hasil perbaikan sebelumnya sudah kami siapkan untuk bisa ikut lagi, kami tidak pernah berhenti putus untuk melaksanakan kegiatan UKBI ini,” sambungnya.

Selain itu, SMAN 1 Namang juga memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih nilai tertinggi pada UKBI sebagai bentuk apresiasi.

Jumani juga berharap, agar SMAN 1 Namang bisa tetap eksis melaksanakan kegiatan UKBI.

“Semoga dengan SMAN 1 Namang tembus 25 besar, kami bisa terus mendedikasikan dan menindaklanjuti kegiatan seperti ini dan tetap eksis,” imbuhnya.

Baca Juga  Inovasi Pakan Rakyat Dinas Perikanan Bateng Raih TOP 5 KIPP Tingkat Provinsi