Serial Drakula Zaman Now: Kau Apakan Aku, Emir
Aku masih shock dengan keterangan Mama. Netraku menangkap sosok Emir tersenyum ke arahku, sungguh sehat dia, kebalikannya, aku yang sungguh sakit. Sampai-sampai kehilangan kesadaran, demi membuat dia tetap hidup. Mulutku masih enggan berucap, memandangi wajah prihatin mereka, ternyata banyak yang sayang aku. Kecuali si Emir kunyuk itu. Dasar drakula, ada darahku dalam pencernaannya, hiiiy. Namun, bila mata animenya memandangku, aku terhipnotis, menuruti maunya. Ini konsepnya gimana, sih? Aku bucin, atau Emir memperalatku?
“Sebenarnya ada apa denganku, Ma, Emir?” Aku bertanya lemah, karena kondisi ruh baru saja memasuki jasadku lagi setelah mengembara di dunia fantasi. Mereka pun menjelaskan panjang dikali lebar dikali tinggi, bahwa sel darah merahku berkurang, inilah penyebab hilang kesadaranku. Untungnya Aemir lekas membawaku ke Rumah Sakit, menelepon Mama, mencari darah yang sesuai golongannya denganku. Untunglah ada tersedia. Wajah putihku berangsur normal. Emir, kau apakan aku saat di taman itu? Sepertinya bila hanya satu ampul gak bakalan aku kekurangan darah.
