Menurut Boy jika PT Timah tetap melakukan aktivitas pertambangan di Laut Beriga, tidak hanya berdampak lingkungan saja yang akan dirasakan warga nelayan, tetapi juga akan banyak dampak sosial yang dialami warga.

“Selain dampak lingkungan, dampak sosial juga akan banyak dirasakan nelayan seperti pencurian, narkoba dan kenakalan remaja pasti ada, bahkan anak istri kami bisa menjadi korban. Selama ini kami sudah hidup tenang, tolong jangan ganggu mata pencaharian kami,” ujarnya.

Boy juga menambahkan, selain ada dampak lingkungan dan sosial, jika PT Timah Tbk tetap melakukan aktivitas pertambangan, akan ada perusahaan lain atau tambang-tambang ilegal yang melakukan aktivitas tambang di laut Beriga.

Baca Juga  Tim Futsal PT Timah Tbk Raih Juara II di Liga Pekerja Dinas Tenaga Kerja Babel

“Kalau PT Timah sudah menambang di situ, pasti ada tambang ilegal lain yang akan masuk. Itulah kami berharap mudah-mudahan izin pertambangan PT Timah di laut kami bisa dicabut,” harapnya.

Pantauan Timelines.id hingga pukul 22.00 Wib sekitar 1.000 warga dan nelayan Desa Beriga masih berada di halaman Kantor Gubernur Babel bersama keluarganya untuk bermalam meski hanya beralaskan tikar dan koran.*