Rasanya lebih segar dengan badan dalam keadaan bersih, meski sedikit lemas. Aku pun membuka grup kelas XI, membaca celotehan teman di sana, eh, ada gambar drakula itu sedang tertawa renyah, begitu menyita forum grup dengan komentar kekaguman di luar nurul. Belum tahu mereka. Merasa sudah mendingan, aku pun duduk santai di teras. Dari jauh aku melihat segerombolan anak SMA mendekati rumahku. Ternyata teman sekelas, bersama … Emir, orang yang saat ini mau kuhindari dahulu. Mereka bertanya tentangku. Sedangkan Emir, apa, lihat-lihat! Gak jelas.

Teman-temanku pamit pulang disertai pesan lekas sekolah, kecuali Emir, dia masih berdiri mematung di dekatku. “Juwi, kuharap kau tidak meninggalkanku. Aneh sekali, kenapa di dekatmu aku merasa seperti terbakar, sekarang. Kuharap kau menolongku, Juwi, aku didatangi kakek-kakek. Kau bisa menolongku, sebelum makhluk itu mengambil jiwaku!” Kamu berlutut. Sudah seperti kekasih berharap dibalas cintanya. Laaah, kita didatangi kakek yang samakah?

Baca Juga  Isyarat