Kokoh di Permodalan, Bank Sumsel Babel Raih Peringkat idA+ dari PEFINDO
“Kami akan terus berfokus pada penguatan kualitas aset dan strategi bisnis yang adaptif, untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan Bank Sumsel Babel di masa depan,” ujarnya.
Dengan peringkat ini, Bank Sumsel Babel berharap dapat terus mengembangkan kapasitasnya dan menjaga kepercayaan nasabah serta pemangku kepentingan di tengah tantangan yang ada.
Diketahui, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) adalah lembaga yang melakukan peringkat dan memberikan pendapat atas surat utang atau obligasi yang diterbitkan di Indonesia. PEFINDO didirikan pada 21 Desember 1993 atas inisiatif Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).
Sebelumnya, Bank Sumsel Babel (BSB) terus menunjukkan kinerja positif pada akhir triwulan ke-2 tahun 2024. Pencapaian ini tercermin dari berbagai indikator keuangan yang tetap kuat dan stabil.
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin menyebut, total aset Bank Sumsel Babel per 30 Juni 2024 tumbuh 7,99% (yoy) dengan realisasi sebesar Rp 37,8 triliun. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 27,1 triliun. Peningkatan ini menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap institusi kami.
Total penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,29% (yoy) dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp 24 triliun. Dari hasil kegiatan operasional, Bank Sumsel Babel berhasil membukukan laba sebesar Rp 393,4 miliar.
