Lapangan usaha Industri Pengolahan sebagai penyumbang terbesar bagi penciptaan PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kontraksi terdalam sebesar 4,91 persen secara y-on-y. Demikian juga dengan lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang merupakan penyumbang terbesar kelima terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mengalami kontraksi sebesar 1,68 persen.

Hal ini merupakan dampak dari permasalahan tata kelola timah yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi baik bijih maupun logam timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada lapangan usaha Konstruksi, defisit anggaran pemerintah menyebabkan terjadinya penurunan pada realisasi proyek fisik pemerintah secara y-on-y.

Pada lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, dampak permasalahan tata kelola timah berimbas pada penurunan jumlah pembelian kendaraan bermotor oleh masyarakat secara y-on-y. Selain itu, pada triwulan III-2024 lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi juga mengalami kontraksi yang cukup dalam sebesar 3,80 persen karena terjadinya penurunan jumlah simpanan masyarakat.

Baca Juga  Pepelingasih Bangka Belitung Raih Penghargaan Kemenpora RI

Namun demikian, meskipun terjadi kontraksi pada beberapa lapangan usaha tersebut di atas, masih banyak lapangan usaha yang tumbuh positif dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,49 persen secara y-on-y, diikuti lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 9,98 persen dan Jasa Pendidikan sebesar 9,66 persen.

Seiring dengan pengalihan pegawai honorer menjadi PPPK yang cukup banyak pada tahun ini mendorong pertumbuhan yang tinggi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib serta lapangan usaha Jasa Pendidikan secara y-on-y. Selain itu, semakin berkembangnya usaha binatu serta barber

shop mendorong pertumbuhan yang cukup tinggi pada lapangan usaha Jasa Lainnya secara y-on-y. Demikian juga dengan lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebagai penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga masih tumbuh positif sebesar 0,61 persen, didorong oleh pertumbuhan yang cukup signifikan pada subkategori Pertanian Tanaman Pangan.

Baca Juga  Geger, Suami di Pangkalpinang Tega Bacok Istri hingga tewas, Lalu Tenggak Racun

Dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan III-2024 (y-on-y), lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 0,64 persen, diikuti lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 0,28 persen, lapangan usaha Jasa Pendidikan sebesar 0,25 persen, lapangan usaha Real Estat sebesar 0,13 persen serta lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 0,11 persen.

Sumber: Berita Resmi Statistik BPS Babel