Rangkuti Ungkap Penyebab Stunting Anak
Salah satunya faktor kemiskinan. Dia juga menolak pandangan bahwa kasus stunting semata-mata disebabkan oleh kesalahan pola asuh. Balik lagi, kalau sebuah keluarga mengalami kondisi ekonomi yang kurang baik, bagaimana pola asuh bisa dilakukan maksimal.
“Sementara orang tuanya harus cari makan. Makanya kalau disebut salah asuh pola asuh saya tidak setuju. Kemiskinan, menjadi akar dari berbagai masalah sosial yang berdampak pada stunting, putus sekolah, pernikahan dini, bahkan tindak kriminal,” ujarnya.
Meski demikian, untuk menghilangkan kemiskinan tidak mudah dan butuh waktu. Selain itu, pernikahan dini di Babar masih sering terjadi, khususnya di desa-desa. Banyak anak yang lulus SD tidak melanjutkan sekolah dan terpengaruh media sosial.
Ada juga memutuskan menikah di usia muda, padahal fisik dan mental belum siap. Diungkapkan dia, pernikahan ini sering kali dilakukan secara tidak resmi melalui penghulu desa. Tanpa adanya pendaftaran di Kantor Urusan Agama (KUA) sehingga sulit dicegah.
“Pokoknya ada saksi, ada yang menikahkan sudah, lewat penghulu desa juga bisa karena memang di agama tidak dilarang. Ketika orang sudah dinyatakan akil baligh itu sudah boleh nikah. Terjadi lah pernikahan, inilah yang kerap terjadi, usia 13, 14 tamat SD sudah menikah,” jelasnya.
