Serial Drakula Zaman Now: Menjauhi Emir
Senin ini aku mulai bersekolah seperti biasa. Banyak gosip baru yang berkembang, terutama tentang aku yang kekurangan cairan dan transfusi darah. Kata orang Bangka, darahnya dihisap hantu. Terindikasi dengan biru-biru di beberapa bagian tubuhku, terutama di kedua lengan. Emir jadi murung semenjak aku diopname. Mereka menyangka Emir sedih karena aku sakit. Padahal, hmmm ….
Emir tak kujumpai. Eh, ada, duduk agak jauh denganku, tetapi matanya kulihat merah, seperti bukan dia, karena aku memandangnya biasa saja, tidak seperti sebelumnya. Aku menjaga jarak dengannya, sepertinya dia pun sama. Tiba-tiba terdengar teriakannya. Emir menggelepar seperti kepanasan. Aku mendekat, dia semakin menggelepar. Eh, kenapa? Aku tadi masih dalam menjaga wudhu. Selesai Dhuha di musholah sekolah. Aku berinisiatif memanggil guru kami. Emir tidak menggelepar lagi. Itu artinya dia baik bila aku jauh.
