Ketua Program Studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Alen Rismayadi juga mengapresiasi seluruh peserta. Biasanya, hari terakhir pelatihan ruangan akan cukup longgar.

“Ini masih dipadati seluruh peserta dan kami berikan apresiasinya. Selamat untuk yang masuk peserta 10 terbaik. Yang nilainya masih di bawah 50 bukan berarti tidak baik, semua sudah alami peningkatan. Tes awalnya 10 sampai 14 ini sudah diangka 40,” katanya

“Perjalanan masih panjang dan itu bisa berlanjut ke pelatihan lain, ini hanyak kompetensi tambahan sebagai seorang pelatih. Kompetensi cabang akan didapat di cabangnya. Di sini ada program, latihan, komponen lain dari latihan, bukan hanya kecabangannya saja, tapi komprehensif,” katanya.

Baca Juga  Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat di Tambang Ilegal Perairan Tembelok Mencuat

Dia meminta melalui kegiatan ini dapat menjadi momentum terciptanya kolaborasi antara pelatih dan guru olahraga. Sehingga kemajuan olahraga Babar akan benar-benar terwujud melalui pendidikan dasar yang diberikan dengan ilmu kepelatihan.

“Untuk pelatih terus meningkatkan kompetensi, tidak ada yang sempurna, ilmu olahraga akan terus berkembang, dan kita harus terus belajar baik itu metode pelatih. Jangan cepat merasa puasa, kalau sudah puas itu bukan karakter pelatih, itu penasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Babar, H Muhammad Amin berharap pelatih dan guru olahraga dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari kegiatan itu. Mengimplementasikannya di lapangan untuk kemajuan bagi dunia olahraga di Negeri Sejiran Setason.

“Tujuan kita bukan hanya sampai pada Porprov 2026, tujuan kita bagaimana atlet dan prestasi olahraga kita ke depan bisa bersinar di nasional. Jadi, harapan saya, jangan mudah berpuas diri, terus tingkatkan kompetensi dan update terus kemampuan,” jelasnya.

Baca Juga  KONI Apresiasi Keberhasilan SMAN 1 Kelapa di Ajang GYC 2024, DPRD Minta Lakukan Pembinaan