“Cuma kemarin sudah kami survei juga lokasi, kelayakan aspal sudah jauh dan sudah tidak layak lagi. Kedua jauh dari keramaian, sebenernya kalau untuk tingkat keramaian memang harus jauh, tapi karena tujuan kita itu untuk membangkitkan event ini,” katanya.

Terlebih, lanjut dirinya, dulunya Babar sebagai kabupaten paling tinggi peminat acara balapan motor. Hampir 60 persen acara balapan motor di Babel berasal dari Babar. Begitu juga atlet balapan motor kebanyakan berasal dari Negeri Sejiran Setason.

“Era tahun 2000 an itu Babar ini paling banyak yang ikut ajang balapan. Nah sekarang ini bagaimana kita berusaha mengembalikan kejayaan Babar untuk atlet road race. Kita kembalikan di Babar dan kita kembalikan lokasinya di tugu soekarno, lokomotif” ujarnya.

Baca Juga  Sukirman-Bong Ming-Ming Kawal Polemik Konsesi HTI PT BRS, Masyarakat Bangka Barat Resah

Ia menuturkan, untuk kelas yang dibuka dalam acara balapan motor ini ada 15. Terdiri dari 6 kelas utama, 3 kelas open, MP1, MP2 dan bebek standar open. 3 kelas bebek standar lokal, 4 tak 150 standar pabrik dan matic 150 cc lokal. Jadi, ada kelas open dan kelas lokal.

“Karena event open kita sangat harap pebalap luar hadir di Babel. Karena dari luar Babel jauh lebih tinggi jam terbang dan prestasinya dari pebalap lokal. Kalau pebalap lokal harus balap di luar biayanya jauh lebih besar, makanya kita bikin event lokal di sini,” jelasnya.

“Sehingga pebalap lokal bisa bersaing, kalaupun tidak mereka bisa belajar bertanding dengan orang-orang yang jago. Jadi atlet kita lokal Babel bisa naik skillnya, bertambah. Harapan saya, pebalap kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya event ini,” ungkap dia.

Baca Juga  Kades dan Lurah di Bangka Barat akan Dapat Job Baru sebagai Pengacara