Meski Diguyur Hujan Deras, Pelarungan Bunga di Beltim Berlangsung Khidmat

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Salah satu rangkaian Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Belitung Timur adalah Upacara Pelarungan Bunga di Pelabuhan ASDP Manggar, Minggu (10/11/24).

Jika biasanya Kapolres Beltim yang menjadi Inspektur, namun khusus di tahun 2024 ini kesempatan itu diberikan kepada Pjs Bupati Beltim, Asmawa Tosepu.

Kapolres Beltim, AKBP. Indra Feri Dalimuthe tetap hadir menjadi peserta upacara pelarungan bunga, bersama dengan pimpinan OPD serta para personil Polres Beltim, Anggota Kodim 0414 Belitung serta Pramuka.

Upacara yang dimulai pukul 08.30 ini berlangsung di bawah guyuran hujan. Seragam para peserta upacara tampak basah kuyub, namun tak satu pun yang meninggalkan lokasi hingga upacara usai.

Para peserta tampak khusuk mengikuti seluruh rangkaian upacara. Mulai dari pengkheningan cipta, renungan suci, pelarungan bunga hingga tabur bunga.

Baca Juga  68 Regu Meriahkan Gerak Jalan Sambut HUT ke-79 RI di Kecamatan Simpang Renggiang

Bagi Asmawa makna Hari Pahlawan adalah untuk menggelorakan semangat perjuangan para pahlawan. Namun tidak lagi berbicara soal perjuangan fisik, melainkan melanjutkan idealisme yang sudah ditanamkan para pahlawan terdahulu dalam konteks pembangunan bangsa dan negara.

“Karena musuh kita hari ini bukan lagi para penjajahan. Tetapi musuh kita adalah permasalahan sosial, kemiskinan dan kebodohan. Hal itu sebagai generasi penerus harus dientaskan di Bumi Pertiwi NKRI,” ujar Asmawa.

Selain itu, Asmawa juga menyampaikan masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya Belitung Timur yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan. Seperti halnya di Belitung Timur, lanjut Asmawa masyarakatnya masih banyak yang mengamalkan nilai gorong-royong.

“Harapan kedepan nilai-nilai dan semangat kepahlawanan ini bisa terus dikembangkan di Belitung Timur untuk membangun mensejahterakan masyarakat dan menjadikan daerah ini lebih maju,” harapnya.

Sebelumnya, Pemkab Belitung Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 di halaman Kantor Bupati Beltim, Minggu (10/11/24). Penjabat Sementara Bupati Beltim, Asmawa Tosepu menjadi inspektur upacara dalam kegiatan bertema ‘Teladani Pahlawanmu Cintai Negerimu’.

Baca Juga  PT Timah Dukung Program Makan Bergizi Bagi Pelajar di Bumi Laskar Pelangi

Upacara diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari anggota Kodim 0414 Belitung, Danlanud HAS Hananjoedin, Polres Beltim, ASN di Pemkab Beltim serta siswa SMA/SMK di Kabupaten Beltim. Hadir pula undangan mulai dari Forkopimda, Pimpinan OPD serta warakawuri.

Upacara diisi dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Wakil Ketua DPRD Beltim Agus Firmansyah, Pembacaan Kata-Kata Pejuang oleh Ketua KNPI Beltim Wahyu Setiyawan, serta Pembacaan Amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf oleh Pjs Bupati.

Puncaknya anggota Paskibraka Kabupaten Beltim mengibarkan bendera merah putih. Inspektur Upacara juga memimpin pengkeningan cipta bagi para pejuang kemerdekaan yang telah gugur.

Dalam sambutannya Asmawa mengatakan proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun, hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya dan keterbatasannya.

Baca Juga  Zakat Fitrah di Belitung Timur Rp37.500 per Jiwa

“Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia,” kata Asmawa saat membacakan Amanat Menteri.

Oleh karena itu, menurut Asmawa semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat.

“Mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat di mana pun berada. Kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial,” ujar Asmawa.