Takut tulisan jelek? Ah..itu biasa. Semua tentu ada tahapan. Yang penting fokus dan jangan menyerah. Jika perlu buatkan kerangka tulisan terlebih dulu.

Selera pembaca itu berbeda-beda. Pembaca satu bilang tulisanmu jelek belum tentu dengan pembaca kedua.

Saya sering mendengar joke penulis level nasional Rusmin Sopian menyebut, tulisan kita dibilang jelek, belum tentu karena tulisannya jelek.

Kata Rusmin, itu karena pembacanya sedang sakit gigi. Jadi, tulisan sebagus apapun akan terasa jelek.

Begitu juga dikatakan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong saat menjadi narasumber pada kegiatan Temu Literasi di Perpusda Bangka Selatan.

“Niatkan, aku harus menulis.”

Kehadiran Gol A Gong di Bangka Selatan pekan kemarin seolah menjadi cambuk untuk kembali menulis.

Baca Juga  Karakteristik Geografis Memengaruhi Perilaku Organisasi

Saya sangat merasakan ada aura semangat literasi dipancarkan si tangan buntung dengan tulisan fenomenalnya Balada si Roy.

“Dengan membaca, saya jadi lupa, tangan satu tapi bisa menulis 130 buku.”

“Teruslah menulis dan jangan mengeluh,” kata Gong.

Yuk kita mulai menulis dengan tema apa saja, dengan menulis akan memaksa kita untuk membaca. Salam literasi

Penulis merupakan wartawan Timelines.id