Libatkan 449 Warga, KPU Bangka Tengah Gelar Simulasi Tungsura
Selain itu, Andriyandi mengungkapkan bahwa simulasi ini juga bertujuan mengidentifikasi potensi masalah yang dapat muncul selama proses Tungsura, mulai dari penghitungan logistik, hingga administrasi dan penghitungan suara.
“Paling, kalau terkait TPS rawan itu ada di Pulau Nangka dan daerah terpencil, seperti halnya logistik, karena mengingat cuaca akhir November ini agak rawan,” tuturnya.
Ia berharap, masyarakat bisa ikut berpartisipasi pada Pilkada tahun 2024 ini, dan bisa meningkat dibandingkan pilkada dan pileg sebelumnya.
“Ayo datang ke TPS pada tanggal 27 November nanti, jangan lupa gunakan hak pilihnya, jangan golput, satu suara menentukan masa depan Babel dan Bateng selama 5 tahun yang akan datang,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Pasirgaram, Yulandri (26) menilai, jika apa yang dilakukan oleh KPU Bateng hari ini sudah tepat.
“Dengan digelarnya simulasi Tungsura ini, semoga tugas-tugas KPU pada 27 November nanti bisa teridentifikasi, sehingga bisa maksimal dan berjalan lancar,” tandasnya.
