“Mulai dilakukan 21 November 2024 di beberapa sekolah, sebelumnya oleh ahli gizi dilihat persiapan. Menu sudah kami diskusikan dengan ahli gizi, mereka akan cari dan cek. Nanti Pak Camat yang ada semangat, kalau bisa kata mereka tadi per kecamatan,” ujar dia.

“Minimal ada percobaan dulu lah dan ini kan namanya barang baru kami selalu koordinasi. Apa yang menjadi prioritas dulu yang disesuaikan dengan kondisi kita, pasti ada permasalahan lah. Tapi dengan niat tulus ini kita optimis lah,” tambahnya.

Selain soal gizi, dirinya menyampaikan program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UKM setempat. Pasalnya, dalam melaksanakan program ini akan melibatkan UKM setempat sesuai dengan kearifan lokal daerah.

Baca Juga  Evi Markus Dilantik Ketua Dekranasda Babar

“Jadi, artinya bagaimana kita memberdayakan UKM yang ada sesuai dengan kearifan lokal. Misalnya senang ikan, melihat kondisi yang ada seperti itu. Jadi ada perputaran ekonomi di antara (masyarakat) kita,” ucapnya.