“Itu hasil rapat kita kemarin dengan ahli gizi dari Dinkes Babar dan Puskesmas, ada menunya yang mengandung unsur karbohidrat. Ada protein hewani dan nabati, buah-buahan, susu. Namanya uji coba, kita masih tahap menyusun skemanya sekarang,” ungkap Soleh.

“Bagaimana menunya, pengelolaan dan lainnya. Makanya untuk tahun 2025 atau ke depan kita belum tahu seperti apa kebijakannya. Walaupun kita tahu pusat akan menganggarkan, tapi kita belum tahu kebijakan ke daerah. Jadi kita masih menunggu arahan,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Babar, Abimayu. Kata dia, Pemkab Babar akan mendukung penuh program tersebut. Melalui uji coba yang akan segera dilakukan sesuai instruksi Pj Gubernur, Sugito.

Baca Juga  Begini Pengakuan Pria Pencabul Bocah di Bangka Barat

“Berdasarkan arahan Pak PJ Gubernur Sugito maupun Pjs Bupati Hendriwan, berharap Babar membuat simulasi pelaksanaan. Cukup 1 hari dulu di tahun 2024 ini untuk 1 sekolah di kecamatan. Anggaran diharapkan dari dana CSR,” ungkap Abimayu.

“Untuk berapa kebutuhan, itu memang belum dihitung. Karena memang di APBD belum ada anggarannya, untuk tahun 2025 juga belum ada anggaran serta masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Jadi memang belum tahu berapa sih anggarannya,” ujarnya.