Hari Terakhir Berkampanye, Mansah Janjikan Hal Ini Selain 4 Program Unggulan
“Kita ingin tidak ada lagi orang yang terlantar dan nyawa melayang karena pelayanan yang kurang maksimal. Obat-obatan tersedia, mudah, fasilitas rumah sakit lengkap. Program cerdas otaknya, kita ingin program wajib belajar 12 tahun,” ungkap Dwi Aryani.
“Kita ingin satu KK itu satu sarjana dan pemberian beasiswa untuk yang tidak mampu dan berprestasi. Ada bantuan seragam sekolah dan buku yang diperlukan. Berikutnya tenang jiwanya, kita akan kira fasilitasi masjid dan pesantren yang ada di Babar,” katanya.
Sehingga dalam menuntut ilmu agama, kawula muda atau generasi penerus tidak perlu lagi jauh-jauh mencari pesantren yang jauh. Selain itu, Dwi juga ingin menambah insentif guru TPA sebagai garda terdepan dalam menciptakan generasi yang islami.
“Guru ngaji kampung akan kita berikan kesejahteraan. Kita juga ingin membangun sesuatu di Mentok untuk masyarakat agar mata pencahariannya lebih banyak. Ini berkaitan dengan program kita tebal kantongnya. Apalagi saya juga dari kalangan perempuan,” sebutnya.
“Selama 21 tahun Babar berdiri baru ini ada keterwakilan perempuan. Wanita harus punya peran signifikan dalam pembangunan. Ini adalah pasangan yang ideal bapak ibu. Maka jangan lupa 27 November nanti, pilih nomor 3 untuk perubahan Babar bisa lebih maju dan besar lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pemenangan Tim Mandiri, Deddi Wijaya membuka cerita kilas balik di balik pencalonan paslon ini. Sebelum akhirnya Golkar bersama Partai Demokrat, PKB, PPP, Partai Ummat dan Partai Gelora akhirnya mengusung dan mendukung Mandiri.
“Kami telah lakukan beberapa tahapan sebelum menentukan paslon Mandiri. Seleksi ketat dua bulan sebelum pendaftaran, kami komunikasi dengan beberapa parpol untuk satu persepsi. Kita sepakat agar ada pemimpin baru,” ungkap Deddi Wijaya.
“Karena kita lihat pasangan lain itu ada yang sudah dan sedang menjabat. Jadi kami hadirkan pasangan baru dengan harapan mendapat dukungan dan amanah dari masyarakat untuk jadi bupati dan wakil bupati berikutnya. Ini Pak Mansah juga kader Golkar,” katanya.
Dia yang menjabat Ketua DPD II Golkar Babar mengungkap alasan mengapa sosok Mansah yang diusung partainya. Selain kader, DW, sapaan akrabnya tahu persis sepak terjang Mansah baik saat duduk di kursi DPRD Babel. Atau pengalaman Mansah di bidang lainnya.
“Dan ini sudah waktunya Pak Mansah berbuat lebih di Babar. Untuk menjaga keseimbangan, kami pilih wakil perempuan, sehingga bisa mengayomi. Kenapa Ibu Dwi, beliau pernah jadi Anggota DPRD Babel, istri Anggota DPD RI yaitu Ustaz Zuhri,” katanya.
“Beliau juga pernah berpengalaman di saat Ustaz Zuhri menjadi Bupati Babar sebagai Ketua TP PKK. Ini jadi sosok yang tepat mendampingi Pak Mansah. Makanya untuk membuat perubahan di Babar, kita hadirkan sesuatu yang baru. Jadi jangan lupa nanti 27 November pilih Mandiri dan pasangan Berdaya,” tegasnya.
