Sementara di ruangan tempat Emir kerasukan, orang-orang yang memegangnya makin bertambah. Kekuatan Emir luar biasa; mengibas, menendang, menggeram, menyentak-nyentak. Saat Ustaz ada di dekatnya, teriakan Emir semakin hebat. Para guru lelaki, teman-teman, bahkan Pak Satpam sepertinya sudah tidak dapat lagi membendung pergerakan Emir. Tenaganya yang berkali lipat, membuat semua orang terkena imbasnya. Ada yang ditendang, dicengkeram, dilibas. Baju Emir sudah tidak utuh lagi, robek-robek. Penampilan layaknya zombie, ada darah keluar dari hidungnya.

Ustaz datang di hadapannya saat cekalan semua orang lepas. Dengan doa-doa, ustaz mulai meruqyah Emir dari jauh. Teriakan nyaringnya seiring dengan tubuhnya melesat meninggalkan ruangan kelas, sebelum Ustaz selesai meruqyahnya. Yang membuat bulu kuduk meremang adalah ucapan terakhirnya sebelum menghilang dari kerumunan, “Juwi, kau harus ikut!” Aku benar-benar terpaku, mematung.

Baca Juga  Serial Drakula Zaman Now: Di Mana Aku?