Ide atau masukan terhadap para pihak terkait terutama pemerintah daerah provinsi kepulauan Bangka Belitung tentang pembangunan tugu replika/monumen prasasti Kota Kapur ini bukan hanya menjadi landmark bersejarah di Bangka Belitung saja tetapi lebih luas termasuk dalam sejarah Indonesia.

Tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur ini dapat menjadi (objek wisata sejarah) yang menarik. Wisatawan domestik maupun mancanegara bisa tertarik untuk datang, sehingga meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Melestarikan sejarah melalui tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur merupakan cara efektif untuk menjaga dan mempromosikan (warisan budaya) provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Berikut beberapa peran tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur dalam pelestarian sejarah di provinsi kepulauan Bangka Belitung:

Tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur dengan sendirinya (dapat menyediakan dokumentasi fisik yang tahan lama tentang peristiwa atau tokoh penting), menjadi sumber informasi yang nyata dan mudah diakses dalam mengenal budaya lampau di provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga  Supervisi Kelas: Momok Ataukah Refleksi?

Dengan desain dan simbol-simbol tertentu, tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur dapat (menggambarkan cerita, nilai, dan elemen penting dari masa lalu yang perlu diingat).

Tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur dapat dilengkapi dengan informasi yang mendetail, seperti plakat atau papan keterangan, yang mendidik masyarakat dan pengunjung tentang sejarah di balik tugu tersebut.

Tugu sejarah atau monumen seringkali menjadi titik awal diskusi dan pembelajaran lebih lanjut mengenai sejarah, meningkatkan kesadaran dan pengertian publik.

Keberadaan tugu bersejarah sering kali (menginspirasi) karya seni lainnya, seperti pameran, film dokumenter, atau buku, yang merayakan dan memperluas narasi sejarah.

Tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur mampu menggambarkan daya tahan masyarakat untuk menghadapi tantangan di masa lalu, menjadi (simbol kekuatan, peradaban, dan pencapaian kolektif untuk pembangunan di segala bidang provinsi kepulauan Bangka Belitung), sesuai dengan tema peringatan hari jadi provinsi kepulauan Bangka ke- 24 tahun (Besame Kite Pacak, Bangka Belitung Hebat).

Baca Juga  Rajab dan Persiapan Ruhani Menuju Ramadan

Tugu sering menjadi pusat dari upacara dan peringatan bersejarah, yang membantu mempertahankan tradisi dan memperkuat ikatan komunitas.

Dengan memanfaatkan tugu sebagai alat pelestarian sejarah, masyarakat dapat memelihara hubungan erat dengan masa lalu, sembari memupuk (identitas budaya yang kaya dan berkelanjutan).

Pembangunan tugu prasasti Kota Kapur di ibu kota Provinsi Bangka Belitung adalah langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya dan sejarah wilayah tersebut. Prasasti Kota Kapur, yang berasal dari abad ke-7, merupakan salah satu peninggalan penting dari Kerajaan Sriwijaya, yang menunjukkan peran Bangka Belitung dalam sejarah nusantara.

Dengan ide, masukan dan berbagai manfaat tersebut yang diuraikan diatas, menurut penulis adalah penting (bagi pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pembangunan tugu replika atau monumen prasasti Kota Kapur), baik dari segi desain yang tepat, lokasi yang strategis, serta mengedepankan pelibatan komunitas setempat dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya. Kehadiran tugu prasasti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi pembangunan karakter dan ekonomi masyarakat, serta mendorong pelestarian nilai-nilai budaya yang telah mengakar selama berabad-abad.

Baca Juga  Guru, Digugu lan Ditiru

Heri Suheri, C.IJ., C.PW., CA-HNR., C.FLS. adalah penulis tetap Timelines.id.