“Saya sarankan tiga bulan sekali berkumpul, sampaikan persoalan yang dialami guru di sekolah-sekolah, silakan PGRI Bangka Tengah buatlah format yang baik dalam mendidik,” ujar Algafry.

Menurut Algafry, dengan adanya perkumpulan rutin dan saling diskusi, setidaknya dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terlibat masalah hukum.

“Profesi guru ini sangat mulia dan memang perlu adanya kesepakatan di antara para guru untuk memberikan bentuk format terbaik dalam mendidik anak di sekolah,,” tuturnya.

Sementara itu, pada peringatan HGN kali ini, Ketua PGRI Bangka Tengah, Gunanda menginginkan agar undang-undang perlindungan guru segera diterbitkan, kesejahteraan dan kompetensi guru lebih ditingkatkan.

“Alhamdulillah, kondisi guru di Bangka Tengah masih aman, kalau TPP guru di kabupaten lain ada yang dipotong, kita di Bangka Tengah tidak,” tuturnya.

Baca Juga  PLTN Pulau Gelasa Bukan Proyek Strategis Nasional, Ketua DPRD Bateng Minta Dikaji Ulang

Terpisah, Kepala SMPN 1 Koba sekaligus Wakil Ketua PD PGRI Bateng, Hana Meilani mengatakan kegiatan ini merupakan program rutin PD PGRI Bateng.

“Agendanya ada upacara, motivasi untuk guru, lomba di setiap PGRI kecamatan, serta pameran yang didukung oleh seluruh anggota PGRI Bateng, semoga guru Bangka Tengah semakin berkualitas,” imbuhnya.