Penguatan dukungan terhadap kotak kosong dilakukan tanpa bandar, tanpa bazar, tanpa tokoh atau mantan tokoh.

Media yang digunakan hanya sedikit spanduk/baliho yang dipasang 1 desa 2 spanduk.

Selain itu menggunakan sosial media (fb, ig, TikTok, YouTube, WA), dari nesah sampai bekisah oleh Mak-emak, door to door, tanpa rapat umum, tanpa band, apalagi berbagi amplop.

“Ini menjadi harapan baru bagi pilkada kembali tahun 2025. Diharapkan muncul calon-calon bupati yang kompeten, visioner, kreatif, inovatif, dan punya hubungan nasional dan internasional, yang mampu melakukan perubahan untuk kemajuan yang signifikan. Mampu mengolah potensi daerah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bukan seorang bupati yang hanya bisa melaksanakan rutinitas pemerintahan dan perjalanan dinas semata,” tutupnya.

Baca Juga  Jika Kotak Kosong Menang Pilkada, Yuk Simak Aturannya

Adapun berdasarkan data hitung cepat, persentase kemenangan kotak kosong melawan Mulkan-Ramadian sudah mencapai 57,25 persen.