“He, he, kan dari sawah, doyan dan laper gak bisa dibedakan. Sekalian Adek mau tanya tentang nanam jagung.” Adek menjawab cengengesan.

“Mi, apa bener yang dikatakan Ummi itu, kalau nanam jagung harus mingkem, jangan sampai tertawa, apalagi terbahak?” Adek bertanya serius.

“Hmm, emangnya Adek nanam jagung gimana? Sambil tertawa, ya?” tanya Ummi.

“Adek, sih, enggak tertawa. Kan pas mau nanam, tuh, Adek bilang ke Mbah sama Emak, kalau nanam jagung jangan kelihatan giginya.” Cerita si Bungsu yang tampak segar dengan baju warna hitam dipadu sirwal yang dikenakannya.

“Terus, apa tanggapan Mbah Min sama Emak?” cecar Ummi.

“Emak sama Mbah ketawa sampai giginya kelihatan. Bahkan semua yang ikutan nanam jagung juga tersenyum sama tertawa.” Adek bercerita sambil mengunyah mendoannya.

Baca Juga  3 Puisi Cinta Karya Sastrawan Terkenal yang Sanggup Luluhkan Hati

“Ya, gak apa-apa, toh, Dek. Masak gara-gara tertawa berpengaruh dengan tanaman jagungnya? Itu kan hanya mitos saja. Bahkan mitos itu dalam pandangan agama kita, hal ini sangat dilarang karena segala sesuatu telah Allah SWT atur dengan kuasa-Nya. Seperti tertulis dalam QS. Al-Taghabun: 11 berikut ini:
Artinya: “Tidak ada suatu pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Thagabun: 11)

Jadi, kita tidak boleh mempercayai atau meyakini, nanti jatuhnya ke syirik. Kalaupun hal itu terjadi, kemungkinan qadarullah, itu sudah ketetapan-Nya. Bisa jadi karena saking percayanya, akhirnya berlaku ketentuan Allah SWT menurut prasangka umat-Nya. Makanya kita harus berprasangka baik kepada Allah.” Ummi menjelaskan sambil mengelus kepala Adek.

Baca Juga  Misteri Sebuah Lukisan

“Oh, gitu. Berarti nanti kalau buah jagungnya ompong-ompong, kayak gigi Adek, gigi mbah dan gigi Emak, berarti itu takdir, ya?” tanya Adek lagi, untuk meyakinkan tentang takdir itu.

“Bisa jadi, Dek. Takdir buah jagung karena kurangnya unsur hara atau makanan yang membuat buah jagung bijinya ompong kayak gigimu itu.” Ummi menjelaskan sambil tertawa, mungkin membayangkan gigi Adek bagian depannya masih seperti tiang gawang, apalagi gigi Mbah dan Emak pengasuh Adek, yang sudah hampir habis. Bagaimana kira-kira buah jagung itu bila bijinya seperti gigi-gigi orang yang menanamnya.

“Tunggu aja tiga bulan lagi, Dek, ntar kan ketahuan, ompong apa penuh biji-bii dalam tiap buah, ha, ha ….” Bang Avicenna tiba-tiba nimbrung percakapan Adek dan Ummi.

Baca Juga  Mutiara Itu Hadir dalam Mimpiku

“Oke, siapa takut,” jawab Adek.

Kita tunggu tiga bulan kemudian. Apakah buah jagungnya ompong atau penuh. Semuga cukup nutrisi agar biji-biji jagung itu sesuai harapan yang baik.

Catatan Buku
Cuplikan cerita buku berjudul “Petualangan Adek”, sebuah buku cerita anak-anak mengisahkan masa kecil si Bungsu. Buku yang ditulis Ummi Sulis ini berisi 18 judul cerita, di mana setiap cerita terdapat ilustrasi full warna.