Meriahkan Festival HUT Provinsi Babel, Harga Kopi hanya Rp24
Salah satu Warung Kopi yang ikut bekerjasama dalam kegiatan Hari Jadi Provinsi Babel ke-24 dan mengikuti program kopi Rp24, yakni Warkop Milenium ikut merasakan manfaatnya. Warkop yang dulunya sepi kini ramai pengunjung.
“Terus terang dari kemarin-kemarin, kita mengharapkan ada kegiatan yang berkaitan dengan UMKM, terutama warung kopi. Kita berharap dengan HUT Babel ini akan menjadi kebangkitan untuk UMKM di Kabupaten Beltim,” harap Marcus Japinto, Pemilik Warkop Milenium Manggar.
Diakui Marcus sejak semalam warungnya dipadati pengunjung. Apalagi warkop miliknya, sebagai tempat pelaksanaan Festival diberikan kuota lebih banyak untuk transaksi kopi Rp24.
“Sejak semalam kita sudah mulai transaksi, yang jelas jumlah penggunanya sudah lebih dari 65, mudah-mudahan bukan hanya saat ada Festival warkop ramai namun bisa berkelanjutan,” ungkap Marcus.
Marcus pun menyatakan dengan adanya penggunaan transaksi non tunai akan memudahkan para pelanggan untuk bertransaksi. Bahkan diungkapkannya Warkop Milenium yang pertama kali menerapkan pembayaran non tunai di Kabupaten Beltim.
“Kebetulan para pengunjung di warkop saya didominasi oleh para wisatawan. Jadi adanya pembayaran dengan Qris ini sangat membantu sekali,” ujar Marcus.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito membuka Festival Warung Kopi di Warkop Milenum Pusat Pasar Kota Manggar.
Festival ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-24 yang dipusatkan di Kabupaten Belitung Timur.
Festival ini bertujuan untuk mempromosikan industri kopi lokal yang berpotensi besar dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Dengan adanya festival ini, diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para petani kopi, pengusaha warung kopi, serta pelaku UMKM di Kabupaten Beltim lainnya.
“Warung kopi berperan penting dalam mendukung UMKM. Banyak pengusaha muda, khususnya di Belitung Timur yang tertarik untuk membuka kedai kopi sebagai usaha baru, terutama setelah dampak pandemi covid-19 yang mendorong banyak orang untuk beralih ke sektor UMKM,” kata Sugito.
Bukan hanya di Kabupaten Beltim, namun juga di kabupaten/kota lain di Provinsi Babel, keberadaan warung kopi membantu menciptakan lapangan kerja baru.
“Warung kopi juga memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM serta ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Di tengah tantangan ekonomi global, warung kopi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian lokal,” ujar Sugito.
Apalagi menurut Sugito budaya minum kopi di Kabupaten Beltim telah ada selama hampir seabad dan menjadi bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat. Di mana warung kopi berfungsi sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan merencanakan pembangunan daerah.
“Komunitas barista di Kabupaten Beltim aktif memberikan pelatihan kepada generasi muda untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menyajikan kopi. Ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas layanan di kedai kopi tetapi juga mendorong semangat kewirausahaan di kalangan anak muda,” ungkap Sugito. @2!
