Partisipasi Pemilih Turun Drastis, Deddi Wijaya Soroti KPU Babar
Beberapa faktor disoroti Deddi Wijaya yang mungkin berkontribusi terhadap rendahnya partisipasi. Termasuk pengurangan jumlah TPS dari 560 menjadi 341. Membuat jarak tempuh dari rumah ke TPS semakin jauh. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca.
“Cuaca saat ini tidak memungkinkan, seperti hujan, otomatis masyarakat akan malas untuk pergi menuju ke TPS. Ada juga faktor kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap proses Pilkada dan calon pemimpin yang diusung partai politik,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa mungkin masyarakat menganggap calon yang terpilih sama saja dengan yang sebelumnya. Ini yang perlu ditingkatkan, membangkitkan rasa percaya dari masyarakat kepada pemimpin yang akan dipilihnya.
“Lalu distribusi surat undangan untuk mencoblos yang dinilai terlambat juga menjadi faktor. Saya saja menerimanya satu hari sebelum (pencoblosan) jadi kita baru tahu nyoblos di TPS berapa dan dimana, karena ini berubah dari sebelumnya,” ungkap Deddi Wijaya.
“Andaikan undangan diberikan satu minggu sebelumnya, kita punya waktu untuk mengetahui lokasi TPS. Saya berharap persoalan ini menjadi bahan evaluasi bagi KPU Babar agar tingkat partisipasi masyarakat pada pesta demokrasi dapat meningkat,” jelasnya.
