Desa Guntung Jadi Pusat Penelitian Kepiting Remangok
Penelitian dan pendidikan akan berupaya mengelola kepiting remangok mulai dari hulu sampai hilir atau dari pembenihan sampai dengan pemasaran produk.
Sebisa mungkin, IPB akan fokus melakukan pemasaran produk hasil pengelolaan kepiting remangok ke pasar Singapura yang mempunyai harga jauh lebih baik.
“Program ini hampir di seluruh Bangka Belitung sebenarnya, bekerja sama dengan Pemda Bappeda, untuk pusat penelitiannya di Guntung karena sudah siap,” ujarnya.
Lahan yang sudah ditentukan sebagai pusat penelitian kepiting remangok disebut sudah disiapkan oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman berikut fasilitasnya.
Kemudian, nantinya KKP akan membantu pengembangan keahlian kemampuan teknologi bagi para pembudidaya kepiting remangok.
“Pak Bupati tanamin mangrove semua pak, di pantainya Bangka Tengah, supaya masyarakat sejahtera tinggal panen dari alam, dibesarkan kemudian diekspor,” sebutnya.
Selain itu, produk hasil pengelolaan kepiting remangok tidak ada limbahnya atau disebut dengan blue economy sebab sisa dari kepiting bisa dijadikan glukosamin dan sintosan.
“Cita-cita kita adalah keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat, dan tersedianya pangan,” katanya.
Sehingga, nanti pangan sudah ada, tidak ada lagi masyarakat yang stunting, karena tidak hanya ada remangok, tentu ada ikan dan udang kalau yang berbasis laut.
“Mudah-mudahan ini akan tercapai didampingi Pak Bupati, bermanfaat untuk Bangka Tengah dan juga Provinsi Bangka Belitung,” imbuhnya
