Lalu ada Aril, siswa SMAN 1 Kepulauan Pongok.

Nama cerpenis berbakat Bangka Selatan Khoiriah Apriza dari SMAN 1 Airgegas juga ikut menyumbangkan dua cerpennya.

Sementara pelajar dari SMAN 3 Toboali ada Navishabilllah. Esais pelajar dari SMAN 1 Simpang Rimba Putri Rachmawati.

Selain Putri Rachmawati, empat pelajar SMAN 1 Simpang Rimba ikut berpartisipasi dalam buku Goresan Tinta Pelajar ini.
Mereka adalah Pangeran Apriansyah, Fitri, Rara Octavia dan Riskia.

Sedangkan esai muda dari SMAN 1 Lepar Pongok Varellio Tryan Febrieno menulis esai tentang Pantun dan sebuah cerita pendek yang berjudul “Ada Karena Kesempatan”.

Cerpenis dari SMAN 1 Toboali Hikmah Tul Aulia menyumbangkan satu cerita pendek yang berjudul Tangisan Cakrawala.

Baca Juga  Bijak Mengelola Sumber Daya Rajungan di Bangka Selatan

Dua pelajar SMAN 1 Payung Saskia Puspita Sari dan Maria Sareng Putri ikut berpartisipasi dengan tulisan esai dan cerpen.

Membaca buku Goresan Tinta Pelajar dari pewaris masa depan negeri Bangka Selatan mengingatkan kita bahwa mereka adalah pewaris masa depan negeri Junjung Behaoh yang kita cintai ini.

Dan pelajar dari Bangka Selatan telah membuktikannya.