Viral Banyak Anak Cuci Darah, SDIT Bina Insan Sosialisasi Merawat Ginjal Sehat
Rohaniah menyampaikan peran sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi juga sangat dibutuhkan demi menumbuhkan kebiasaan, agar anak bisa memiliki pola makan yang sehat.
“Hal ini menjadi tanggung jawab kolaboratif bersama antar orang tua dan sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun dalam sosialisasinya menjelaskan tentang pengertian ginjal, fungsi ginjal dan bagaimana memelihara ginjal supaya selalu sehat.
Ia berpesan, agar siswa membiasakan pola hidup yang sehat, salah satunya mengajarkan siswa minum dengan 2 liter air per hari.
“Kegaitan ini sangat bermanfaat dan menginspirasi, karena jika tidak ditangani sedini mungkin, gagal ginjal anak bisa berakibat fatal bahkan berujung kematian,” tuturnya.
“Semoga kegiatan sosialisasi ini bisa menambah edukasi anak-anak untuk lebih bisa memperhatikan jajanan yang sehat dan menghindari gagal ginjal sejak dini,” imbuhnya.
