Kerusakan Mangrove Berdampak pada Budidaya Kepiting Remangok Desa Guntung
Lalu, saat ini IPB melalui kegiatan Kedaireka menunjuk Desa Guntung Kabupaten Bangka Tengah sebagai pusat penelitian pengembangan produk ketam remangok.
Algafry Rahman berharap, masyarakat paham dan membuka juga hatinya agar bisa mencintai lingkungan.
Menurutnya, dengan masyarakat suka mengembangkan produk ini maka automatis nanti juga sadar bahwa ketam remangok bisa hidup kalau ada mangrove.
Sehingga, masyarakat juga harus mencintai mangrove kalau merasa mencintai ketam remangok.
“Ini disebut keberlanjutan tadi, kita ingin memahami masyarakat bukan hanya sekadar mendapatkan sesuatu barang tapi juga ada harapan pemerintah masyarakat mencintai lingkungan,” imbuhnya.
Desa Guntung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menjadi lokasi pusat penelitian dan pendidikan terkait pengelolaan kepiting remangok.
Pemrov Babel, Pemkab Bateng dan IPB bekerja sama menyiapkan fasilitas tersebut dengan tujuan mendidik, meneliti dan mengembangkan kepiting remangok supaya terjadi keberlanjutan.
