Acara ini juga menampilkan penampilan budaya dari Tim Angklung Orchidea, praktik baik dari Pengurus Daerah GPMB, dan Pemberian Penghargaan Sandya Praditya dari Pengurus Pusat GPMB kepada Komunitas/Organisasi Pendukung GPMB, CSR, Pengurus Daerah GPMB berprestasi dan Pembina Pengurus Daerah GPMB.

Dalam sambutannya, Herlina Mustikasari, Ph.D. menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan literasi di Indonesia. “Bangsa yang besar tidak hanya mengandalkan sumber daya, tetapi juga masyarakat yang literat. Disparitas budaya literasi antarwilayah harus diatasi dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti perlunya monitoring dan evaluasi yang lebih baik dalam pelaksanaan program literasi, serta dukungan infrastruktur seperti perpustakaan desa, yang saat ini baru tersedia di 33.000 dari 74.000 desa di Indonesia.

Baca Juga  Densus 88 Tangkap Tujuh Terduga Teroris Kelompok Jamaah Islamiyah di Sulteng

Sebagai organisasi literasi yang didirikan pada tahun 2001, selama 23 tahun berkiprah, GPMB berkomitmen memperluas jangkauan programnya melalui Rumah Literasi Keluarga di berbagai daerah.
“Kami berharap ke depan akan semakin banyak Rumah Literasi Keluarga untuk meningkatkan akses buku dan literasi di masyarakat,” tambah Herlina.

Seminar Nasional GPMB 2024 menjadi momentum penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan mendorong budaya literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber: GPMB