“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari penelitian sebelumnya yang sudah dilaksanakan pada tahun 2019/2020 yang lalu dan itu merupakan penelitian pendahuluan tujuannya memastikan apakah objek Cagar budaya atau bukan, dan sudah di pastikan ini memang objek cagar budaya”, jelas Prof. Dr. R. Cecep Eka P. dosen arkeologi Universitas Indonesia, Rabu (11/12/2024).

Menurut Prof. Cecep, dalam penelitian kali ini lebih detail lagi dari sebelumnya, terutama ingin mengetahui lebih lanjut bahan apa yang menjadi dasar pada goresan di cerukan bukit Batu Kepale ini.

Menurutnya bila bahan dasarnya sudah diketahui berdasarkan sampel yang ada maka akan mudah menentukan tahun berapa. Hal ini ditentukan berdasarkan rekonstruksi pencatatan sejarah Bangka. Selain itu apakah ada konteks yang lain yang berada di wilayah sekitar ini,

Baca Juga  Begini Ciri-Ciri Mayat yang Dilihat ABK Kapal di Perairan Sadai-Lepar

“Ini merupakan satu-satunya prasejarah yang berada di Bangka Belitung, dan Bangka Belitung merupakan yang ke empat, yang lainnya ada di Jambi, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Berdasarkan teori, bila ini benar-benar objek cagar budaya, maka yang ini lebih tua dari Sumatera Selatan,” lanjut Prof. Cecep.

Turut mendampingi dalam kegiatan penelitian ini Kulul Sari, Ketua LAM Bangka Selatan, Zainal Muttaqin: BKSDA Sumatera Selatan perwakilan Bangka Belitung, Disbudparpora Bangka Belitung, Dwikki Ogi Dhaswara Pamong Budaya Bangka Selatan, dan Makmun, tokoh masyarakat Desa Gudang