“Sishankamrata merupakan strategi pertahanan terbaik karena Indonesia memiliki banyak penduduk dan wilayah yang luas. Dalam konteksnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah melaksanakan program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) sebagai upaya revolusi mental melalui pembangunan karakter bangsa di lingkup pendidikan, masyarakat, dan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan 8 Asta Cita Kabinet Merah Putih yaitu memperkokok Ideologi Pancasila dan memperkuat pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045,” papar Bupati Bateng.

Algafry juga mengingatkan bahwa tugas bela negara bukan hanya milik Kemenhan, TNI, dan Polri semata, namun merupakan tugas dan kewajiban seluruh komponen bangsa.

“Dengan semangat bela negara, saya yakin kita mampu menghadapi berbagai macam rintangan dan menggapai cita-cita bangsa. Mari kita persembahkan dedikasi sesuai peran dan profesi masing-masing,” sambungnya penuh optimis.

Baca Juga  Satreskrim Polres Bateng Berhasil Ungkap Kasus Prostitusi, Begini Kronologinya

Menutup amanat Presiden RI, Algafry menyampaikan pesan kepada seluruh peserta upacara untuk memiliki kesadaran bela negara agar terbentuk pertahanan nasional yang kuat demi persatuan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia.

“Pertahanan Negara adalah suatu tujuan nasional bangsa kita. Dan tujuan Republik Indonesia adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, seluruh keselamatan bangsa, seluruh kekayaan bangsa, dan seluruh masa depan bangsa. Dan itu hanya bisa dijamin oleh pertahanan yang kuat,” tutupnya.

Upacara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Bateng, Asisten dan Staff Ahli Setdakab Bateng, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bateng, serta tamu undangan lainnya, dan peserta upacara diikuit oleh seluruh pegawai dilingkungan Pemkab Bateng.

Baca Juga  Sambut HUT Brimob Ke 77, Ratusan Personel Brimobda Babel Sumbang Darah