Saat itu, penyair Toboali Yul Haidir tampil solo membacakan puisi di depan Wisma Samudera.

Kegiatan pembacaan puisi di ruang publik yang dikoordinir oleh Penyair Toboali Yulhaidir ini tampaknya mulai mendapatkan apresiasi publik.

Lomba puisi ini didukung oleh Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Selatan.

Sebuah permulaan yang cukup baik. Dan tentunya, perlu disuppor oleh semua pihak untuk keberlanjutannya.

Apalagi, kita tahu banyak talenta-talenta muda yang concern dalam dunia kepenyairan yang tumbuh di rumah- rumah pengetahuan.

Mereka, para talenta muda itu menciptakan puisi. Karya mereka tersebar di rubrik sastra berbagai media.

Dunia literasi Bangka Selatan memang luarbiasa mengutip narasi salah satu penulis buku Bangka Belitung, Meilanto.

Baca Juga  Usai Libur Nataru, Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Toboali Turun

Kalau sudah demikian, ayo berpuisi.