Ribuan Ekor Sapi di Bangka Barat Bebas PMK dan LSD
Dia mengatakan, pada semester kedua tahun 2024 tidak ada lagi hewan ternak yang terkena penyakit PMK dan LSD setelah dilakukan monitoring. Ke depan DKPP Babar akan terus melakukan pemantauan kesehatan hewan strategis khususnya pada sapi.
“Karena ini berdampak ekonomis bagi pelaku usaha. Di tahun 2025 ini kami bakal melakukan pembinaan dan penangan teknis kepada kelompok tani, agar ke depan tidak ada lagi hewan ternak yang terserang PMK dan LSD ini,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, penyakit LSD ini adalah penyakit kulit infeksius yang menyerang sapi dan kerbau. Penyakit ini disebabkan oleh virus cacar (pox virus) yang menyebabkan munculnya benjolan di seluruh tubuh hewan ternak.
Halaman
1 2
