Sejak 2021, sudah 63 Kasus HIV/AIDS Terjadi di Bangka Tengah
HIV/AIDS dianggap sebagai aib menjadi sebab penderita enggan melakukan pemeriksaan dan membuat Dinas Kesehatan Bangka Tengah terus berupaya menyadarkan masyarakat.
“AIDS ini penyakit fenomena gunung es, kelihatan terlapor sedikit-sedikit. Tapi menurut kami banyak sebenarnya, cuma tak terdeteksi,” tuturnya.
Melihat fenomena HIV/AIDS di Bangka Tengah, Zaitun menilai hal tersebut cukup mengkhawatirkan, karena kondisi pergaulan bebas saat ini bahkan ada yang suka sesama jenis.
Perilaku menyimpang menyukai sesama jenis tersebut mempunyai resiko tinggi terjangkit HIV, sehingga cukup memprihatinkan meskipun bisa dicegah.
“Masalah HIV ini adalah kesadaran orang-orang untuk memeriksa (diri) itu sangat susah. Kita tidak tahu seberapa banyak (kasus) sebenarnya, kemungkinan lebih banyak dari dapat sekarang,” tuturnya.
Saat ini, Dinas Kesehatan Bangka Tengah terus mengupayakan deteksi dini dan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat khususnya usia muda melalui puskemas guna mencegah HIV/AIDS.
Zaitun berharap, remaja-remaja sekarang lebih protektif dan menjaga pergaulannya karena zaman sekarang lebih bebas sehingga diharapkan bisa melindungi diri masing-masing.
