“Kemudian, silo dan fragmentasi dibahas sebagai hambatan struktural yang kerap memisahkan unit-unit kerja dan mengurangi kolaborasi lintas fungsi. Malingering, atau berpura-pura sakit untuk menghindari tugas, dan isu-isu character building serta capacity building menyentuh pentingnya membentuk karakter serta meningkatkan kapasitas individu untuk mencapai produktivitas dan profesionalisme yang optimal,” sambungnya.

“Burnout dijelaskan sebagai fenomena yang banyak terjadi akibat beban kerja berlebih tanpa dukungan memadai, sementara bias otoritas menyoroti bagaimana kecenderungan mengagungkan otoritas bisa mengaburkan penilaian rasional. Dalam konteks empowerment dan paternalistik, buku ini menggali cara organisasi dapat meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan pegawai sembari mengatasi kecenderungan budaya paternalistik yang masih dominan di beberapa instansi pemerintahan,” imbuh Hendrawan.

Baca Juga  Peringati HPN dan HUT ke-23 Bangka Selatan, Penulis Lokal Siap Luncurkan 23 Buku

Sedangkan judul, Imposter Syndrome muncul sebagai tantangan psikologis bagi sebagian pegawai yang merasa tidak layak meski kompeten, sementara resiliensi dan altruisme adalah kualitas yang diperlukan untuk beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan kerja yang dinamis.

Adapun, buku ini bisa didapat pada e-market berikut :
1. TikTokShop, pada tautan : https://vt.tokopedia.com/t/ZS6u2CDQf/
2. Shopee, pada tautan : https://id.shp.ee/w3eLgfX
3. Tokopedia, pada tautan : https://tokopedia.link/fm6yC2PS0Pb
4. Google Book, pada tautan : https://play.google.com/store/books/details?id=96s8EQAAQBAJ
5. Penerbit Adab, pada tautan : https://adabindonesiagrup.com/2024/11/26/kumpulan-artikel-fenomena-perilaku-organisasi-pemerintah-jilid-1/