“Bersama warga, personel berhasil menangkap salah satu buaya muara dengan panjang lebih dari satu meter,” tuturnya.

Ia menuturkan, lenangkapan dilakukan dengan cara tradisional menggunakan tali nilon.

“Kami berterima kasih kepada pihak Sat Polairud Polres Bangka Tengah atas upaya mereka menanggapi keluhan warga. Kemarin sore, kami berhasil menangkap seekor buaya, dan akan terus berusaha menangkap dua ekor lainnya,” ujar Sandi, Kepala Desa Kurau Barat.

Buaya yang berhasil ditangkap segera dievakuasi ke penangkaran di Alobi Foundation, Desa Air Anyer, Kabupaten Bangka.

Pihak Polairud mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap habitat buaya, terutama di area sungai dan kolong eks tambang.

“Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di pinggir sungai atau kolong. Waspadai tanda-tanda keberadaan buaya, seperti perubahan struktur tanah di tepi air,” tutur Iptu Tommy.

Baca Juga  Tabrak Truk Parkir, Pemotor di Koba Luka Parah

Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, juga menekankan pentingnya kewaspadaan warga terkait maraknya serangan buaya.

“Saya sudah instruksikan para kapolsek wilayah perairan dan Sat Polairud untuk meningkatkan sosialisasi dan memasang spanduk peringatan di lokasi rawan. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Hingga kini, upaya penangkapan dua buaya lainnya masih terus dilakukan guna memastikan keamanan warga Desa Kurau dan sekitarnya.